Aktivis lingkungan nilai Jokowi komitmen kelola SDA untuk rakyat

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Aktivis lingkungan nilai Jokowi komitmen kelola SDA untuk rakyat Suasana diskusi dengan topik “Capres-Cawapres Dalam Isu Lingkungan dan Pengelolaan SDA” di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/02/2019).

Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo dinilai berkomitmen menjaga dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) untuk kepentingan masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh Jokowi sebagai Presiden melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 tahun 2018.

“Baru di rezim ini, dikeluarkan Perpres tentang agraria dan telah membagi dan memberikan sertifikat tanah yang diberikan Jokowi kepada masyarat dalam rangka program reforma agraria,” ujar aktivis lingkungan sekaligus mantan Deputi Lingkungan Walhi, Ridho Saleh dalam diskusi dengan topik “Capres-Cawapres Dalam Isu Lingkungan dan Pengelolaan SDA” di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/02/2019).

Menurut Ridho, sepanjang pemerintahan Jokowi, sebanyak 94 ribu hektar tanah telah diberikan kepada masyarakat yang disertai sertifikat.

Selain itu, mantan Komisioner Komnas HAM itu juga mengemukakan bahwa ada tigal hal yang dilakukan Jokowi terhadap ekonomi politik lingkungan dan SDA untuk kepentingan masyarakat.

“Pertama, telah memberikan akses masyarakat terhadap SDA. Kedua, mengeluarkan Perpres Nomor 86 tahun 2018. Ketiga, Kedaulatan pengelolaan SDA,” jelasnya.

Meskipun ketiga hal tersebut belum bisa terealisasi sepenuhnya, ada niat dalam pemerintahan Jokowi untuk meberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri. Hal ini sangat berbeda dari rezim-rezim sebelumnya.

“Walaupun belum penuhi target, tapi ada niat untuk mengembalikan kedaulatan kepada rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan di era Jokowi ini, ada upaya negara untuk mengembalikan kedaulatan negera dan memutus intervensi global dan koorporasi.

“Bahwa pemerinahan Jokowi ingin mau menjalankan pasal 33 secara sungguh sungguh. Kekayaan alam dikuasi oleh negara. Filosofi dalam SDA adalah memberikan kemakruran rakyat,” pungkasya.

Sementara itu, Ridho menilai Capres 02 Prabowo Subianto masih memiliki masalah personal terkait pengelolaan lingkungan dan SDA. Prabowo, menurutnya, memilki usaha pertambangan.

“Kalau 02 ada keterlibat personal, tapi kalau Jokowi maupun keluarganya tidak ada kaitanya dengan bisnis tambangdan lain-lain,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Nasional Posko Menangkan Pancasila, Ahamad Rifa’i. Dikatakannya,  Prabowo memiliki usaha pertambangan di Kalimantan, sehingga patut diduga dia mempunyai kepentingan pribadi dalam pengelolaan lingkungan dan SDA.

“Capres 02, di samping dia punya usaha pertambangan, juga menjadi calon. Ini mengkhawatirkan,” pungkasnya.

AKsi ambil untung buat IHSG rentan terkoreksi
Fadli Zon nilai ujian nasional tak selesaikan persoalan standardisasi pendidikan
KPU nilai debat ketiga lebih kondusif dibanding debat kedua
Golkar nilai debat cawapres tak seimbang, Ma'ruf Amin jauh lebih menguasai
Kubu Prabowo nilai Ujian Nasional pantas dihapus
Allah lebih memihak perempuan?
Politisi Demokrat desak audit lingkungan di Pulau Wawonii dan Kabaena
Bautista kembali menangi balapan kedua WSBK Thailand
Penjelasan Bank Mandiri soal surat tagihan perusahaan Prabowo
Infrastruktur langit Ma'ruf Amin sempat buat penonton debat tertawa spontan
Bamsoet: Kalau tidak ada UN, kualitas pendidikan akan timpang
Hari ini, IHSG diprediksi terkoreksi wajar
Cara mutusin hubungan dengan baik
DPR RI berhasil dorong isu diskriminasi muslim Ulghur di Parlemen OKI
Usai menangi balapan pertama, Selisih poin Bautista dengan Rea semakin melebar
Fetching news ...